
Kasih sayang Pak Cucun dan Bu Ade merawat anak kesayangannya yakni Mirna Wati (Mirna) yang lahir dengan kondisi hidrosefalus. Demi anak bungsunya, Pak Cucun dan Bu Ade ikhlas mengorbankan waktu tidur dan menahan lapar.

Pak Cucun dan Bu Ade pun bercerita gejala sakit Mirna mulai terlihat sejak 3 bulan awal kelahirannya, mereka menemukan ada yang tak normal dari kepala anaknya itu. Hingga kini usianya 14 tahun, Mirna tak kunjung sembuh. “Waktu itu, kepala Mirna makin berat dan membesar dan matanya terlihat tidak biasa melihat kearah atas terus. Dan kami belum sempat bawa periksa karena tidak ada biaya,” tutur Pak Cucun saat ditemui oleh RPU.

Dahulu pengobatan Mirna sempat tertunda, menyebabkan kondisinya kini semakin memprihatinkan, kepalanya juga tak kunjung mengecil. Mirna juga seringkali terkena demam tinggi hingga menangis di tengah malam. Pak Cucun sekarang hanya bisa pasrah dan berikhtiar dengan penghasilan yang ada.

Ketika merawat Mirna, keduanya berbagi tugas dan melakukan segala jenis pekerjaan serabutan. Pak Cucun dan Bu Ade berjuang menjadi pekerja serabutan, kadang bekerja sebagai kuli pembuat boks music kayu, kadang diminta tetangga lainnya ke sawah untuk menggarapkan ladang.

Penghasilan yang didapat Bu Ade pun tak menentu. Uangnya hanya cukup untuk membiayai kehidupan sehari-hari bahkan seringkali makan seadaanya.

Rumah Pak Cucun dan Bu Ade hampir rubuh, sekarang mereka menumpang tinggal di rumah milik salah satu keluarganya. “Tiap malam gak pernah lepas doa untuk Mirna, keinginan saya sekarang cuma kesembuhan anak saya” ucap Bu Ade.

Sahabat RPU, betapa kuatnya pundak Pak Cucun dan Bu Ade mencari rezek demi kesembuhan penyakit yang dialami anak kesayangannya. Mari kita ulurkan kasih sayang demi kesembuhan Dek Mirna agar bisa kembali ceria.

![]()
Belum ada Fundraiser