
Sandi yang masih berusia 5 tahun terus menangis menahan rasa sakit yang tak terbayangkan oleh anak lain seusianya. Alat infus yang berada di hidung dan lengan Sandi membuat dirinya hanya bisa terbaring lesu di atas ranjang rumah sakit.

Pada tahun 2019 saat Sandi berusia 1 tahun, ia terdiagnosa hanya menderita gangguan pencernaan biasa. Namun, Sandi terus menunjukan gejala demam yang tak biasa bahkan menderita panas selama 1 bulan.

Dengan kondisi yang tidak menentu, Kang Iyus ayah Sandi membawa Sandi ke rumah sakit untuk melakukan pengecekan dan pemeriksaan penyakit apa yang dialami oleh Sandi selama ini. Setelah Sandi diperiksa, Kang Iyus dan istri tak bisa menahan rasa sedih ketika mengetahui anak semata wayangnya ternyata menderita kanker darah.

Selama mengalami kanker darah, Sandi telah menjalani 102 kali kemoterapi tanpa henti. Proses kemoterapi dilakukan setiap 2 pekan sekali, tentunya juga membuat Kang Iyus harus bekerja lebih keras. Ayah Sandi hanya bekerja sebagai buruh sambit rumput, tentu dari penghasilannya tidak mencukupi untuk operasional rutin dan biaya harian di rumah sakit.

Sahabat RPU, ternyata proses kemoterapi sebanyak 102 kali yang telah dijalani oleh Sandi dianggap gagal dan harus diulang dari awal. Dokter menyatakan bahwa Sandi beberapa kali tidak menjalani kemoterapi sesuai jadwal.

Yuukk bantu Sandi untuk sembuh dengan memberikan bantuan terbaik anda, agar Sandi dapat terus melaksanakan kemoterapi tanpa harus terhenti karena ketiadaan ongkos dan tidak terbayarnya obat-obatan yang harus dikonsumsi.
![]()
Belum ada Fundraiser