Abah Uci, Penjual Singkong di Usia 84 Tahun
Di usia 84 tahun, Abah Uci (Uci Sanusi) tetap gigih mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Setiap pagi, ia memulai harinya dengan menyiapkan dagangan berupa singkong, ubi jalar, dan pisang, meski fisiknya tak lagi sekuat dulu.
Dengan membawa dagangan seberat 30 kilogram, Abah Uci berkeliling dari pukul 06.00 pagi hingga 18.00 sore. Namun, hasil dari jerih payahnya hanya sekitar Rp 10.000 per hari, jumlah yang tidak mencukupi kebutuhan sehari-hari.
Saat ini, Abah Uci hanya mampu berjualan seminggu sekali karena kondisi fisiknya yang semakin renta. Bersama istrinya, Mak Uun, ia tinggal di rumah yang jauh dari layak huni dengan kondisi serba terbatas. Kehidupan mereka sering kali bergantung pada kebaikan orang-orang di sekitarnya.
Mengapa Bantuan Anda Sangat Berarti?
Abah Uci dan Mak Uun membutuhkan bantuan untuk kebutuhan pokok sehari-hari, perbaikan rumah, serta dukungan kesehatan. Dengan bantuan kita, mereka bisa menjalani hari-hari tua dengan lebih layak dan bermartabat.
Ulurkan Tangan untuk Abah Uci
Mari bantu Abah Uci yang terus berjuang di usia senjanya. Donasi Anda, sekecil apa pun, akan sangat berarti untuk meringankan beban hidup mereka.
Klik Tombol Donasi Sekarang
Setiap kontribusi Anda adalah harapan baru bagi Abah Uci dan Mak Uun. Bersama, kita dapat membuat perubahan nyata dalam hidup mereka.
Salam hangat,
Laz Rumah Peduli Umat
Menanti doa-doa orang baik